Penegasan tersebut disampaikan SBY dalam refleksinya saat berkunjung di Jayapura, Minggu (21/11/2010) malam, dalam acara peresmian pembukaan pembekalan pemerintah pusat dalam rangka peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan dan aset serta pengadaan barang dan jasa di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Acara yang dibuka oleh Presiden tersebut, antara lain dihadiri Menkokesra, Mendiknas, Menkeu, Mentan, Mensesneg, Mendagri, Menhub, Kapolri, Panglima TNI, dan Ketua KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak boleh setengah-setangah dan harus mereka (pemimpin) yang mau dan sanggup bekerja keras. Boleh saya katakan yang paling tepat adalah membangun Papua dengan hati. Ini makna sangat mendalam. Tidak boleh sekadar melaksanakan tugas, tidak boleh tanpa sasaran dan tanpa kesediaan untuk turun langsung memimpin di wilayah ini," tegas Presiden.
Dalam kesempatan itu, Presiden memuji kemajuan pembangunan di Papua yang terjadi beberapa tahun belakangan. Ia mencontohkan Kota Jayapura yang mengalami perkembangan signifikan dibanding 4 tahun yang lalu. Oleh karena itu, ia memberi rasa hormat berkaitan dengan kemajuan yang berhasil dicapai, karena permasalahan di Papua jauh lebih berat dan
kompleks dibanding provinsi-provinsi di pulau Jawa.
"Maka itu, saya optimis kemajuan akan diraih dan semoga di masa depan tanah Papua yang lebih maju dan sejahtera akan dapat terwujud dengan kerja keras kita semua," harapnya.
Sementara berkaitan dengan pelaksanaan pembekalan pemerintah pusat, Presiden SBY berharap digelarnya pembekalan ini, dapat memacu pengelolaan anggaran di dua provinsi ini (Papua dan Papua Barat) bisa dilaksanakan secara optimal, transparan dan akuntabel.
"Sebab banyak kasus dan masalah terjadi karena kekurang pahaman. Saya ingin negara ini jangan jadi polisi begitu ada kesalahan langsung diperiksa dan ditahan. Kita harus cegah jangan mudah sekali terjadi kesalahan dan penyimpangan. Ini yang saya inginkan, menyelamatkan dari
kesalahan yang tidak perlu," harapnya.
Sementara di sela-sela acara pembekalan tersebut, Mendagri, Ketua KPK, Kepala BPKP, dan Ketua LKPP bersama Pemerintah Provinsi Papua serta Papua Barat melakukan penandatangan kesepahaman tentang akuntabilitas pengelolaan keuangan serta pengadaan barang dan jasa.
Selain itu, dilakukan penandatangan Pakta Integritas antara Mendagri bersama Gubernur Provinsi Papua dan Papua Barat serta para Bupati/Walikota di Provinsi Papua dan Papua Barat.
(anw/anw)











































