Pantauan detikcom di lokasi, Minggu aksi sweeping yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jakpus Kompol Yoyon Tony Saputra dimulai sejak pukul 19.30 WIB. Polisi menggeledah satu persatu rumah warga.
Namun, saat digeledah, kaum laki-laki tidak menampakkan batang hidungnya. Hanya segelintir bapak-bapak saja yang ada di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara ibu-ibu yang beraktivitas seperti biasanya, tidak menampakkan rasa paniknya ketika rumahnya digeledah polisi. Beberapa warga ada yang menonton tv, mencuci, memasak dan mengobrol.
"Nggak tahu pada kemana pak," sahut seorang ibu.
Ratusan polisi disebar ke Jalan Samba, Jalan Pulo Gundul, Jalan Baladewa dan sejumlah kampung tetangga untuk mencari senjata tajam dan pemuda yang terlibat tawuran. Pemukiman warga yang sempit dan berdempetan menyulitkan penggeledahan polisi.
Belum lagi kurangnya penerangan di gang-gang sempit semakin menyusahkan polisi untuk mencari senjata tajam dan pemuda yang diduga terlibat tawutan.
Selain mencari senjata tajam, polisi juga mendata warga di kampung tersebut. "Tadi yang terlibat tawuran memang warga saya pak," aku Tono, Ketua RT 05 Kampung Pulo Gundul, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.
(mei/asp)











































