Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20/11) siang. Saat itu, Johan tengah bersantai bersama anaknya Roviany (23) di kediaman mereka di Jelambar Selatan 16 RT 10/5, Jelambar Baru, Jakarta Barat.
Pada saat itulah datang dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku tindak pembacokan, Samsudin dan Asep. Samsudin adalah seorang pengusaha batu akik, kolega Johan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat ayahnya dikeroyok, Roviany mencoba memberi perlawanan. Namun apa daya, dia pun jadi sasaran pengeroyokan.
โRoviany mengalami luka robek di kepala bagian belakang dan 2 luka bacokan di pangkal lengan kiri. Kondisinya kritis dan sedang mendapatkan perawatan intensif di RS,โ kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, Iptu Johari Bule, kepada wartawan, Minggu (21/11/2010).
Setelah berhasil melumpuhkan dua orang korban, pelaku langsung mengambil sejumlah batu akik untuk cincin. Usai beraksi, pelaku melarikan diri.
Johan yang masih tersadar lari keluar rumah sambil meminta tolong warga. Warga yang mengetahui hal itu lalu mengejar pelaku.
Tidak berapa lama, pelaku berhasil ditangkap warga dan menjadi bulan-bulanan massa. Beruntung polisi tiba ke lokasi dengan cepat dan mengamankan dua tersangka.
"Dua tersangka sudah kami amankan. Untuk motof tindakannya, kami masih selidiki," sambung Johari.
(mei/lh)











































