"Kondisinya menyedihkan, desa yang sebelumnya hijau sekarang tertutup pasir dan debu. Bahkan rumah tetangga saya ada yang tertimbun pasir sampai setengah meter," ujar Sudarmanta, warga Dusun Demo, Desa Kalibening, Magelang, Jawa Tengah, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (21/11/2010).
Sebenarnya warga belum diperbolehkan pulang, karena Desa Kalibening adalah desa tertinggi kedua di Magelang yang hanya berjarak 8 km dari puncak Merapi. Ini masih zona bahaya. Namun karena ada warga yang meninggal di pengungsian, mau tidak mau warga Dusun Demo kembali ke dusunnya untuk menguburkan warga itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga yang ingin ke desa tersebut terpaksa harus mengangkat kabel-kabel listrik yang tumbang menimpa akses jalan. Sejak Merapi erupsi beberapa minggu terakhir, desa tersebut memang dikosongkan oleh warga.
Sudarmanta meminta pemerintah turun tangan membantu warga sekampungnya. Saat ini kondisi di desa yang sebelumnya relatif makmur itu sangat memprihatinkan.
"Kalau toh nanti warga diperbolehkan pulang, untuk kebutuhan hidup, warga perlu disokong (dibantu) paling tidak 3 bulan pertama karena tidak ada tanaman yang bisa dimanfaatkan di sana. Sarana air bersih juga tidak ada, listrik juga masih padam," papar Sudarmanta.
(her/nrl)











































