"Saya juga sudah berkoordinasi dengan Bupati (Cianjur) supaya melakukan pendataan total," ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar usai melayat ke kediaman Kikik Komalasari di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (20/11/2010).
Muhaimin mengakui, minat warga Cianjur untuk menjadi TKW itu sangat besar. Hal itu dapat terlihat dari lalu lalang warga Cianjur yang hendak ke luar negeri sangat tinggi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhaimin mengerti tingginya minta warga untuk kerja ke luar negeri dikarenakan minimnya lapangan kerja di daerah tempat tinggal mereka. Agar keinginan itu menurun, Muhaimin berencana menciptakan suatu program dimana tenaga warga akan dimanfaatkan kemudian diberi upah.
Namun, apa bentuk program itu, Muhaimin belum bisa menjelaskan. "Kita juga kerjasama untuk penciptaan program khusus di Cianjur. Kita akan bikin program-program khusus untuk pemberdayaan masyarakat. Ya, minimal kalau pun mereka memilih harus tetap berangkat sudah dengan kesiapan yang matang," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Cecep Suharman, yang juga tempat Kikim berasal, membenarkan warga dikampungnya mayoritas TKW dengan tujuan Arab Saudi.
"Ada lebih kurang 216 orang warga saya yang bekerja sebagai TKI di Arab Saudi. Dan dari dua ratusan lebih itu, hanya sekitar 20 persen yang terdata, sedangkan selebihnya tidak, dan ini akibat ulah agen penyalur yang nakal," jelas Cecep.
Sebelumnya, seorang TKW asal Cianjur, Kikim Komalasari, tewas akibat pukulan benda tumpul oleh majikan laki-lakinya di Arab Saudi. Kikim ditemukan pada Kamis, 5 Dzulhijjah 1431 H atau 11 November 2010, di pinggir Jl Serhan, bagian dari jalan utama Gharah, Kota Abha. Majikan Kikim kini sudah ditahan polisi dan kasusnya sudah dibawa ke badan investigasi atau Tahkik.
(lia/irw)











































