"Baru 7,5 persen yang kita bersihkan. Masih ada 90 sekian yang belum," ujar Kepala Seksi Pelayanan Teknis Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Iskandar M Siregar, saat ditemui di areal Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (20/11/2010).
Iskandar mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk membersihkan bangunan candi dari abu dan debu vulkanik yang menempel. Jika tidak segera dibersihkan, maka sangat berdampak pada kualitas bangunan candi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iskandar mengaku, untuk pembersihan candi dari abu, pihaknya telah menurunkan 60 petugas dan beberapa arkeolog. Termasuk budget dari kocek sendiri yang tidak sedikit.
"Sejak tanggal 5 November dari kantor kita keluarkan Rp 248 juta itu baru untuk tenaga dan alat. Sementara bantuan dari pusat berupa alat pompa air senilai Rp 100 juta," ungkapnya.
Iskandar berharap, pembersihan abu bisa dilakukan secepatnya. Sebab, unsur asam yang terkandung dalam abu bisa membuat batu candi cepat keropos.
"Jangan sampai kena hujan. Karena kalau masuk ke dalam candi bisa menyumbat dan merusak sistem drainase," tukasnya.
Pantauan detikcom, pembersihan bangunan candi dari abu vulkanik dilakukan secara manual. Pengelola mengunakan sapu, steam cleaner, pompa air untuk menyapu dan mengangkat abu. Nampak tumpukan karung berisi abu tersusun di beberapa sudut halaman candi.
Hingga saat ini sudah 20 ribu meter kubik abu yang berhasil diangkut. Wisata candi pun belum juga dibuka untuk wisatawan.
(ape/irw)











































