Menurut pejabat-pejabat AS dan Pakistan seperti dikutip surat kabar Washington Post, Sabtu (20/11/2010), AS ingin melancarkan gempuran pesawat-pesawat tak berawak di daerah-daerah sekitar Kota Quetta, Pakistan.
Namun Islamabad menolak permintaan Washington tersebut. Alasannya, langkah itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.
"Anda mengharap kami membuka wilayah udara untuk apapun yang bisa Anda terbangkan," kata seorang pejabat tinggi intelijen Pakistan yang enggan disebutkan namanya kepada Washington Post. "Di negara mana Anda bisa melakukan itu?" cetusnya.
Namun menurut Washington Post, pemerintah Pakistan menyetujui langkah-langkah yang lebih sederhana, termasuk perluasan keberadaan CIA di Quetta.
Serangan-serangan pesawat tak berawak AS semakin meningkat beberapa bulan ini. Serangan itu telah menewaskan ratusan orang di Pakistan.
Pesawat-pesawat tak berawak yang dioperasikan oleh CIA tersebut sepanjang tahun ini telah melancarkan lebih dari 101 serangan di wilayah kesukuan di Pakistan. Serangan udara yang diprakarsai mantan Presiden AS George W. Bush itu semakin meningkat sejak Presiden Barack Obama memimpin.
Washington mengklaim serangan-serangan udara itu menargetkan para militan. Namun menurut statistik pemerintah Pakistan, gempuran-gempuran itu telah menewaskan ratusan warga sipil di Pakistan sejak tahun 2008.
Pemerintah Pakistan telah berulang kali mengecam serangan-serangan AS tersebut yang dianggap telah melanggar kedaulatan negeri itu.
(ita/ita)











































