"Kami tidak bisa melaut karena keberadaan buaya itu," keluh seorang nelayan desa Dumar, kota Tual, Abdullah Renhoat kepada wartawan, Sabtu (20/11/2010).
Buaya itu kini menjadi tontonan menarik warga Tual. Warga yang khawatir berharap agar pemerintah kota Tual segera mengamankan buaya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kondisi ini, Walikota Tual MM Tamher menyatakan, pihaknya sedang berupaya menangani buaya tersebut. Menurutnya ada dua solusi yang bisa dilakukan.
Pertama, dengan jalur adat sesuai kepercayaan masyarakat adat. Kedua, apabila buaya tersebut tidak hilang juga, maka pihaknya akan menangkap hidup-hidup buaya tersebut dan kemudian diamankan di PT Maluku Timur Jaya.
"Karena buaya merupakan satwa yang perlu dilindungi," ujar Tamher.
(han/nvc)











































