"Karena media suka menggunakan kata menduga, saya juga begitu. Bisa diduga, ada yang mengatur. Bisa diduga begitu," kata Ical, sapaan akrabnya saat jumpa pers di Klub Elit Rasuna, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/11/2010).
Bagi Ical, isu yang berkembang soal pertemuan dengan Gayus sudah menjurus ke arah yang tidak sehat. Telah terjadi distorsi yang mulai berbau politis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang membuat Ical kesal adalah keberadaan Gayus di Bali. Dia mempertanyakan kinerja kepolisian yang bisa membiarkan seorang terdakwa 'pelesiran' hingga menonton turnamen tenis.
Fakta inilah yang membuat mantan orang terkaya nomor satu di Indonesia tersebut curiga adanya rekayasa.
"Kita melihat, kenapa Gayus ada di lapangan tenis. Tahanan keluar, bisa ke tempat ramai. Lalu seluruh panitia tahu saya mau nonton tenis. Apakah ada hubungannya?" tanya Ical.
Dia kembali menegaskan agar persoalan Gayus di Bali tak lagi dipersoalkan. Sebab, fakta yang ada semuanya cenderung dimanipulasi.
(mad/gah)











































