Besok, Bandara Adisutjipto Yogyakarta Beroperasi Lagi

Besok, Bandara Adisutjipto Yogyakarta Beroperasi Lagi

- detikNews
Sabtu, 20 Nov 2010 09:52 WIB
Besok, Bandara Adisutjipto Yogyakarta Beroperasi Lagi
Yogyakarta - Setelah sekian lama ditutup karena erupsi Merapi yang tiada henti, Bandara Adisutjipto, Yogyakarta akan kembali dibuka mulai esok hari. Namun, penerbangan menuju dan dari Yogyakarta akan dilewatkan melalui rute utara.

"Kelihatannya sudah agak bagus (kondisi Merapi). Kita akan buka mulai besok, sudah bisa penerbangan ke Yogya," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Harry Bakti, saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/11/2010).

Hingga kini, kondisi Gunung Merapi masih belum bisa diprediksi. Diketahui rute penerbangan ke Yogyakarta ada dua, yakni rute utara dan rute selatan. Maka untuk rute selatan yang lebih dekat dengan Merapi masih ditutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penerbangan yang mulai beroperasi besok pun akan dilewatkan rute utara yang lebih aman, yakni dengan melalui Semarang dan Solo. Semua penerbangan baik dari dan ke Yogyakarta akan dilewatkan dua kota tersebut.

"Tapi masih dengan melalui rute-rute lain ke Yogyakarta, ke Semarang dulu, lalu ke Solo, baru ke Yogya. Rute kita arahkan lewat utara. Untuk rute langsung dari barat masih kita tutup," tuturnya.

Mengenai jadwal penerbangan dari dan ke Yogyakarta untuk esok hari, Harry mengatakan, hal itu tergantung pada masing-masing maskapai penerbangan. Namun yang jelas, pihak Kemhub akan menyiapkan Notam (notice to airmen) yang menyatakan bandara Adisutjipto sudah bisa dibuka.

"(Jadwal penerbangan) Kita tergantung masing-masing airlines sudah siap belum. Siang ini kita siapkan Notam untuk pemberitahuan bahwa itu sudah bisa, terangnya.

Kendati demikian, kepastian dibukanya bandara Adisutjipto ini masih bisa berubah jika kembali terjadi letusan di malam hari. Untuk mengantisipasinya, Harry memastikan pihaknya terus mengupdate kondisi Merapi dengan pihak-pihak terkait.

"Kalau berdasarkan data kemarin, jumlah letusan mulai berkurang, dari yang tadinya 75 letusan, sekarang hanya 15 letusan. Kita update terus," tandasnya.

(nvc/gah)


Berita Terkait