Menunggu Restu Kikim yang Tak Akan Pernah Datang

Menunggu Restu Kikim yang Tak Akan Pernah Datang

- detikNews
Sabtu, 20 Nov 2010 03:05 WIB
Menunggu Restu Kikim yang Tak Akan Pernah Datang
Cianjur - Yosy masih meringkuk di kamarnya. Tangisnya pagi ini masih membekas di raut mukanya yang bulat. Pipi lebam merah, alis yang merapat karena basah terkena air mata masih nampak jelas di wajahnya.

Yosy Nurmalasari (18) adalah anak tertua pasangan Ali Nurjaman (Maman) dengan Kikim Komalasari. Kabar meninggalnya sang ibu bak petir yang menyambar di siang hari. Terlebih saat ini, ABG ini sedang menunggu kedatangan sang Ibu, untuk mendapatkan restu.

"Dia sekolah sudah lulus, dan mau kerja ke Kota. Tapi dibilang sama bapaknya, nanti saja nunggu emak datang," ujar salah seorang kerabat Kikim, Wawan kepada detikcom, di rumah duka, Kampung Babakan Hurmat RT 3/1, Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (19/11/2010) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat rumahnya didatangi banyak orang untuk mengucapkan bela sungkawa, Yosy memilih berdiam diri di kamarnya. Baginya, ribuan ucapan bela sungkawa tidak bisa mengobati kehilangan sosok Ibu yang telah membesarkanya.

Beberapa teman sebayanya yang menemani gadis ini pun seolah tidak bisa berbuat banyak untuk mengusir kesedihan di hati Yosy.

"Nggak punya firasat apa-apa, makanya kaget banget," ujar Yosy lirih, tak lama air matanya pun kembali mengalir. Suara dengungan tangis namun lirih pun kembali terdengar meskipun sudah disumbatnya dengan bantal.

Saran sang Bapak, agar Yosy menunggu kepulangan sang Ibu tentu bukan tanpa maksud. Sejak Kikim memutuskan menjadi tenaga kerja di Saudi, Juli 2009 lalu, Yosy lah yang mengurus kedua adiknya, Galih Permadi (10) dan Fikri (5) dan juga rumah.

Kabar meninggalnya sang Ibu di Saudi tidak sekedar memutuskan hubungan antara anak dan ibu, tetapi juga memupuskan harapannya yang ingin bekerja.

"Terakhir ketemu pas Ibu berangkat, kalau pas telepon nggak pernah ketemu," ujar Yosy dengan nada tersengal-sengal menahan tangisnya.

Kondisi rumah duka sendiri malam ini remang-remang, beberapa kerabat dan tetangga Kikim berkumpul di rumah dan teras sederhana ini. Sedangkan kedua adik Yosy terlihat lebih tegar meskipun goresan kesedihan masih nampak kedua bocah ini.

"Belum sekolah," ujar si bungsu singkat sambil menonton serial kartun tivi ditemani beberapa teman dan kerabatnya.
(her/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads