Kegembiraan ini disampaikan Tama usai pertemuannya dengan penyidik Polda Metro Jaya. Pertemuan yang juga diikuti oleh ICW dan LBH Jakarta itu berlangsung di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (19/11/2010) petang.
"Proses penyelidikan kan sulit, setiap kasus berbeda-beda kesulitannya, tapi yang pasti ada semangat dari kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini. Paling menggembirakan polisi masih bekerja sejauh ini," ujar Tama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini ada banyak asumsi mengatakan penganiayaan yang menimpa saya ini dari masalah pribadi. Tapi pada akhirnya kita punya pendapat sama bahwa kasus ini tidak berkaitan atas masalah pribadi saya," jelas Tama.
Menyinggung asumsi bahwa tindak penganiayaan terkait kasus rekening gendut perwira polisi yang ICW tangani kala itu, Tama mengakuinya masih sebatas asumsi bahwa ada pihak yang merasa terganggu lalu mengirim orang untuk melakukan penganiayaan terhadap Tama.
"Ya kita berasumsi ini ada hubungan dengan kasus rekening gendut. Entah dia (otak pelaku penganiayaan -red) mau memperkeruh keadaan atau bagaimana," jawab Tama.
Direktur LBH Jakarta Nurkholis dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa polisi berkesimpulan para pelaku kekerasan adalah orang-orang suruhan. Pihak yang menjadi dalang kekerasan adalah pihak yang merasa tidak suka terhadap Tama.
"Saya kira hari ini kita mendapat perkembangan bagus, kita mendapat titik terang proses penyelidikan kasus Tama. Secara umum kami memiliki kesamaan asumsi bahwa Tama sedari awal sudah jadi target sasaran dan pelakunya adalah orang suruhan. Tetapi ada apa motivasinya (melakukan kekerasan -red) masih dalam proses penyelidikan," ujar Nurkholis.
(lh/nrl)











































