"Sekarang yang penting adalah ada seleksi yang baik para majikan yang akan mempekerjakan ini. Sakit saraf apa tidak," kata Menkum HAM Patrialis Akbar di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (19/11/2011).
Perbuatan penganiayaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh para majikan di Arab Saudi tersebut menurut Patrialis adalah perbuatan biadab.
"Ini persoalan bilateral, itu nggak ada masalah. Pemerintah Arab Saudi juga mengutuk perbuatan biadab itu," papar politisi PAN ini.
Patrialis mengatakan, harusnya para majikan juga memperoleh rekomendasi dari pemerintah Arab Saudi bahwa mereka cocok memiliki pembantu. Para majikan juga diminta tidak menganggap para TKI adalah budak.
"Semestinya majikan harus memperoleh rekomendasi dari pemerintahnya bahwa mereka cocok punya pembantu. Jangan mereka anggap pembantu sebagai budak," tutup Patrialis.
(anw/nik)











































