"Bencana Merapi masih tetap waspada. Kita belum ambil keputusan pasti, apakah ini sudah berakhir," ujar Juru Bicara Wakil Presiden (Wapres) Boediono, Yopie Hidayat, usai rapat penanggulangan bencana di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/11/2010).
Yopie mengatakan, pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada kebutuhan makanan para pengungsi, tapi juga akan fokus pada persoalan psikologis yang mulai mendera para pengungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah banyak yang trauma, perlu dipikirkan bukan hanya makannya saja. Kesejahteraan itu bukan saja makan tapi psikologis dan kebutuhan privacy," kata Yopie.
Selain kebutuhan psikologis, Yopie juga menyebutkan jika pengungsi saat ini juga membutuhkan uang cash/tunai untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka. Karena itu, pemerintah membahas kemungkinan menjalankan program padat karya di lokasi pengungsian.
Program padat karya ini bisa berupa memberdayakan warga untuk membersihkan debu vulkanik merapi yang menyelimuti desa dan dusun di sekitar Merapi. Juga, Kementerian PU diminta untuk membuatkan proyek baru agar warga bisa mendapat nafkah dari proyek-proyek itu.
Lebih lanjut, Yopie menjelaskan jika pemerintah juga mulai memikirkan tentang kesejahteraan warga non pengungsi. Warga non pengungsi ini adalah warga yang terkena dampak bencana tapi tidak terpapar resiko bencana.
"Non pengungsi ini juga harus diperhatikan. Misalnya, orang yang tiba-tiba ladangnya tidak ada akibat bencana, atau mata pencahariannya hilang akibat bencana," jelasnya.
Menurut Yopie, perlu kembali dilakukan perguliran ekonomi di daerah sekitar bencana Merapi, agar aktivitas sebelum bencana bisa kembali, dan berangsur-angsur normal.
(gun/aan)










































