"Terhadap negara-negara yang muncul berbagai kasus yang membuat kita prihatin termasuk kasus Sumiati dan kemungkinan ada muncul Kikim, Presiden meminta kami untuk mengkaji dan mengevaluasi lebih detil aspek manfaat dan mudaratnya bagi kepentingan TKI kita bekerja di luar negeri, kita akan membutuhkan kerjasama yang komprehensif, kita akan melakukan evaluasi apakah masih bisa melanjutkan atau tidak," ujar Muhaimin.
Hal itu dikatakan Muhaimin usai menghadiri rapat terbatas membahas masalah TKI, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (19/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saudi Arabia dan Yordania termasuk, tapi terutama Saudi Arabia," terang pria yang akrab disapa Cak Imin ini.
Saat ini Staf Konjen RI di Jeddah sedang verada di Kota Abha, 600 km dari Jeddah. Mereka mencari data tentang Kikim Komalasari, TKW yang diberangkatkan oleh PT Bantal Perkasa Sejahtera dan asuransi Daman Samil yang berangkat sejak 15 Juni 2009 lalu.
"Sedang dicek kebenarannya, tapi data ini sudah kami cek ke PJTKI dan ke asuransi, memang ada kita terus melakukan croscek dengan KBRI. Insyaallah dua jam lagi akan ada kepastian apakah benar jenazah yang meninggal itu adalah Saudara Kikim," terang politisi PKB ini.
Cak Imin menuturkan, berdasar laporan yang diterimanya, Kikim meninggal karena penyiksaan. "Laporan yang masuk, meninggal karena kekerasan penyiksaan, tapi kita tidak bisa memastikan sampai dua jam mendatang," terang keponakan Gus Dur ini.
(her/nrl)











































