Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG), Surono, mengatakan intensitas Marapi cenderung turun pasca letusan tanggal 5 November. Begitu juga dari data GPS terjadi pengempisan pada tubuh Merapi. Energi Merapi juga relatif menurun.
"Untuk itu kita mengambil langkah mulai hari ini, kita ubah ancaman bahayanya," kata Surono di Media Center, Jalan Kenari 14, Yogyakarta, Jumat (19/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Magelang, radius bahaya diturunkan menjadi 10 kilometer. Untuk Boyolali karena terhalang dinding Merapi dan dinilai relatif aman, garis amannya dimajukan menjadi 5 kilometer. Sedangkan untuk Klaten, masih dipertahankan di 10 kilometer.
"Namun dari itu semua, kami tetap mengingatkan status tetap di level Awas," ujar dia.
Selain itu, Mbah Rono meminta warga agar berada di luar 300 meter dari sisi kiri maupun kanan sungai yang ada di Merapi yang dianggap bahaya seperti Kali Boyong, Kali Gendol, dan Kali Kuning.
Β (aan/nrl)











































