Tujuh saksi itu yakni para penghuni kontrakan. Mereka di antaranya Zaenal, Nunah, Indra, Ranto dan Sunanto. Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Irwan Anwar, tujuh saksi ini adalah orang-orang yang melihat mercon tersebut.
"Ibu Nunah ada di dekat Zaenal waktu Zaenal menemukan barang tersebut," kata Irwan kepada detikcom, Jumat (19/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka khawatir benda tersebut meledak, jadi dipindahkan ke tempat yang tidak panas," kata Irwan.
Indra, penghuni kontrakan lain juga sempat melihat mercon tersebut. Sebelum mercon itu dipindahkan ke tempat yang teduh, Zaenal sempat menunjukkannya kepada Indra.
Indra saat itu sedang mencuci pakaian di WC yang letaknya hanya 1,5 meter dari kandang ayam.
"Zaenal tanya sama Indra, ini barang kamu (Indra) bukan," ucapnya.
Sementara saksi Ranto dan Sunanto, saat itu keduanya sedang mengobrol di depan kontrakan. "Zaenal kemudian menunjukkannya ke mereka, tapi mereka tidak mengakui barang itu sebagai miliknya," katanya.
Dari keterangan para saksi, tidak ada yang mengetahui siapa yang menyimpan barang tersebut. Para penghuni kontrakan, kata Irwan, tidak ada yang mengakui mercon tersebut sebagai miliknya.
"Tinggal nyari siapa pemiliknya. Ini tugas kita selanjutnya," ujarnya.
"Termasuk kita dalami apa motivasinya membuat dan menyimpan mercon tersebut," tutupnya.
Mercon ditemukan pertama kali oleh Zaenal di atas kandang ayam di kontrakan tersebut. Awalnya, mercon tersebut dikira sebagai bom. Belakangan pihak kepolisian memastikan jika benda yang menyerupai pipa itu bukan bom, melainkan mercon.
(mei/lrn)











































