Berdasarkan data seismograf Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Jumat (19/11/2010), pukul 00.00-06.00 WIB, terjadi gempa vulkanik sebanyak satu kali.
Angka tersebut tergolong kecil mengingat gempa vulkanik yang dihasilkan Merapi pada Kamis kemarin terjadi total sebanyak 57 kali dalam 24 jam. Jumlah tersebut memang yang paling tinggi sejak satu pekan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, untuk pemantauan visual ke puncak Merapi masih sulit dilakukan.Β Hal ini dikarenakan gunung paling aktif di Indonesia ini masih diselimuti kabut sampai pagi ini.
Pantauan detikcom, di Kalasan Sleman, hanya terlihat secara samar guratan asap kecil yang melengkung ke arah barat. Selebihnya untuk puncak dan badan gunung sama sekali tidak tampak.
Begitu juga halnya dari pantauan dari jarak yang lebih dekat. Sejumlah petugas di pos pengamatan mengaku kesulitan mendapat visualisasi dengan jelas.
Adapun yang dapat memantau puncak Merapi pagi ini hanya CCTV BPPTK yang ada di Kaliurang Sleman dan Deles Klaten. Kedua CCTV tersebut berjarak sekitar 4 kilometer dari puncak.
"Bisa terlihat walau samar. Semalam juga terpantau ada titik api diam," ujar petugas piket BPPPTK Narto kepada detikcom, pagi ini.
(fjr/lrn)











































