Kepala Pusat Humas Kemenakertrans, Suhartono, mengatakan, setelah dilakukan pengecekan data asuransi dari petugas KJRI Jeddah di Abha, nama korban bukan Keken melainkan Kikim Komalasari bt. Uko Marta, TKI asal Cianjur Jawa Barat yang lahir pada 09 Mei 1974.
"Awalnya polisi mengira korban adalah orang Bangladesh dan ternyata orang Indonesia," kata Suhartono lewat rilis kepada detikcom, Kamis (18/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Begitu kami mendapat informasi adanya TKI yang dibunuh di Arab Saudi, kita langsung terjunkan tim untuk megecek kebenaran informasi tersebut. Kita pun langsung melacak dokumen perusahaan PPTKIS mana yang memberangkatkan, lokasi penempatan dan perusahaan asuransinya,“ kata Suhartono.
Menakertrans Muhaimin Iskandar pun menugaskan tim Ditjen Binapenta Kemenakertrans untuk mengumpulkan infomasi lengkap mengenai tewasnya TKI dan melakukan tindakan segera untuk menuntaskan masalah ini.
Sampai dengan pukul 23.30 WIB, Ditjen Binapenta Kemenakertrans masih menunggu hasil temuan polisi yang diteruskan ke Badan Investigasi dan Pengadilan Arab Saudi.
(lrn/did)











































