"Bukan mustahil dia masih punya uang yang banyak," ujar Buyung dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (18/11/2010).
Buyung menilai, Gayus adalah orang yang cukup pintar. Ia menduga, Gayus tidak akan menyimpan seluruh kekayaannya di Indonesia saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lebih suka uang pinjaman dibanding uang haram, namun jumlahnya berapa, tidak etis saya ngomongnya," imbuh Buyung.
Buyung juga menegaskan, ia tidak akan mundur sebagai kuasa hukum Gayus meski mantan pegawai Ditjen Pajak itu sudah mengaku pergi ke Bali. Namun untuk kasus terbaru Gayus, suap kepada polisi di Mako Brimob, Buyung tidak ikut dalam tim pembelanya.
"Tentang itu (suap), kami tidak tangani. Itu perkara sampingan," tandasnya.
(mok/lrn)










































