"Pihak Kepolisian, walaupun dia (Gayus) menangis tanpa air mata, Gayus Tambunan jangan langsung dipercaya. Masih harus diselidiki siapa ATM yang membuat dia punya banyak uang dan itu pasti orang yang kongkalikong menggelapkan pajak sama dia," ujar Ruhut kepada wartawan, Kamis (18/11/2010).
Menurut Ruhut, ada kekuatan yang mencoba mengalihkan isu kasus Gayus ke isu Initial Public Offering (IPO) Krakatau Steel. Ruhut berharap polisi segara mengungkap siapa pemodal Gayus sebelum isu politik yang tidak baik terus menyebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut berharap polisi mulai memeriksa sejumlah perusahaan terkait kasus pajak Gayus Tambunan. Ruhut curiga salah satu perusahaan tersebut yang terus mengalirkan uang ke Gayus.
"Karena itu, siapa yang dicurigai sebagai ATM-nya Gayus harus diperiksa apalagi ada tanda-tanda perusahaan itu kaitan dengan penggelapan pajak dan pemilik perusahaan, tidak boleh cuci tangan bahwa itu profesional yang menangani," jelas Ruhut.
Menurut Ruhut, sekalipun pemilik perusahaan tidak terlibat bisa saja terseret apabila pengelola perusahaannya menggelapkan pajak bersama Gayus. Ruhut meyakini hukum di Indonesia sangat tegas terkait hal itu.
"Ada etika moral kalau profesional menggelapkan pajak bukan berarti ownernya tidak terkejar. Dan kalau ada partai yang merasa terzalimi karena ikut dalam bursa Pilpres 2014, itu masih bursa," tandasnya.
(van/nwk)











































