"Program mulai hari ini melatih 200 perawat dari RSJ Magelang, Klaten, Pakem, Solo, Semarang. Mereka akan dilatih sehingga mempunyai kemampuan pendampingan psikologis yang berdasarkan metodologi ilmiah, terukur, dan terdata," ujar anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) Nova Rianti Yusuf, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Kamis (18/11/2010).
Pendampingan kejiwaan bagi pengungsi Merapi sangat diperlukan. Hal ini penting sebab kondisi kejiwaan pengungsi Merapi mulai terganggu karena terlalu lama di daerah pengungsian. Rombongan Komisi IX DPR memantau langsung perkembangan kondisi kesehatan pengungsi Merapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nova menuturkan sejumlah pengungsi Merapi mulai mengalami depresi berat, psikosis, kecemasan yang membuat tidak berdaya. Diharapkan pendampingan pada korban Merapi dapat membantu memulihkan kondisi kesehatan para pengungsi sembari dilakukan rehabilitasi paska bencana.
"Setelah 200 tenaga terlatih ini memberikan pendampingan jangka pendek dan menengah, diharapkan masalah teratasi," terang Nova.
Nova kemudian berharap tenaga yang sudah terlatih mulai disebar ke posko pengungsian Merapi. Dengan demikian kondisi kejiwaan pengungsi Merapi dapat dipulihkan secepatnya.
"Idealnya, jangka panjang nanti di 9 regio bencana alam sudah ada tenaga-tenaga kesehatan lokal serta tokoh masyarakat berkemampuan pendampingan psikologis. Agar terantisipasi baik dan terintegrasi dimulai dari fase kedaruratan," tandasnya.
(van/nwk)










































