"Tidak benar (TKI diperlakukan kasar). TKI di sana tidak diperlakukan kasar. Justru banyak TKI yang ingin kembali ke Arab. Pak Presiden SBY juga mengakui bila TKI nyaman bekerja di sana," kata Abdulrahman dalam bahasa Arab, seperti yang diterjemahkan oleh penerjemah Ahmad Jamaludin.
Hal ini disampaikan Abdulrahman di rumah dinas Dubes Arab Saudi, Jalan Teuku Umar nomor 36 Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/11/2010).
Dikatakan dia, Arab Saudi telah bekerjasama dengan Indonesia selama 25 tahun terkait dengan tenaga kerja.
"Saat ini, tidak kurang ada 1 juta TKI yang bekerja di Arab Saudi. Devisa yang dihasilkan TKI juga sangat besar. Per tahunnya mencapai US$ 2 miliar," ujar dia.
Menurut Abdulrahman, kasus yang menimpa Sumiati menimbulkan empati dan kesedihan yang mendalam di kalangan pemerintahan Arab Saudi.
"Raja Arab Saudi dan putra mahkota juga menyayangkan kejadian yang menimpa Sumiati. Kita berharap tidak terulang lagi," kata dia.
(aan/nvt)











































