WN AS Coba Selundupkan 2,3 Kg Mariyuana Lewat Bandara Soetta

WN AS Coba Selundupkan 2,3 Kg Mariyuana Lewat Bandara Soetta

- detikNews
Kamis, 18 Nov 2010 14:28 WIB
WN AS Coba Selundupkan 2,3 Kg Mariyuana Lewat Bandara Soetta
Tangerang - Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menggagalkan upaya penyelundupan 2,3 kg mariyuana oleh penumpang pesawat Cathay Pasifik (CX-777) rute  Los Angeles - Hongkong - Jakarta. Pelaku pria bernama David BD (34 tahun), warga negara  Amerika Serikat (AS).

Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Gatot Sugeng Wibowo, mengatakan,  mariyuana itu terdiri dari 8 paket. 5 Paket disimpan di dalam kaleng makanan merk Quaker Oats, dan 3 paket lainnya disimpan di dalam bungkus deterjen merk Gain.

"Ini adalah modus baru, karena pelaku adalah WN Amerika.  Tim Customs Tactical Unit (CTU)  dan Badan Narkotika Nasional  sampai saat ini masih melakukan penelitian dan pendalaman atas pengembangan kasus ini," ujar Gatot, Kamis (18/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gatot menambahkan, pelaku mendarat di terminal 2D. Begitu turun, bagasi David, langsung diperiksa karena petugas Bea dan Cukai karena gerak tubuhnya mencurigakan.

"Koper tersebut akhirnya dibuka di depan David dan petugas menemukan benda mencurigakan dalam kaleng-kaleng dan bungkusan makanan. Setelah dilakukan tes di Laboratorium Balai Pengujian Identifikasi Barang (BPIB) Bea dan Cukai, dipastikan benda itu mariyuana seberat 2.346,5 gram," ungkap Gatot.

Menurut Gatot, tersangka mengaku sebagai pemain saham (stock Trading) dan tas tersebut titipan pria WN Amerika keturunan China bernama Scotty (30 ). 

"David berkilah Scotty dikenalnya kurang dari satu tahun. Dia juga tidak diberikan upah atau dijanjikan apapun oleh Scotty," tandasnya.

Selain David, tiga orang penjemput lainnya juga ditangkap namuan masih disembunyikan untuk dilakukan pengembangan. "Tiga orang penjemput itu, satu WN Amerika dan dua orang warga Indonesia. Ketiganya disembunyikan untuk dilakukan pengembangan oleh BNN," tutur Gatot.


(djo/djo)


Berita Terkait