Dingin dan Angin Sambut Lontar Jumroh Terakhir Nafar Awal

Laporan dari Arab Saudi

Dingin dan Angin Sambut Lontar Jumroh Terakhir Nafar Awal

- detikNews
Kamis, 18 Nov 2010 13:13 WIB
Dingin dan Angin Sambut Lontar Jumroh Terakhir Nafar Awal
Mina - Jamaah haji yang memilih Nafar Awal, Kamis (18/11/2010) ini, mengakhiri mabit atau bermalam dan melontar jumroh di Mina. Jamaah melakukan mabit sejak Rabu (17/11/2010) malam.

Usai subuh, jamaah meninggalkan tempat mabit dan bergerak menuju jamarat, tempat melontar jumroh.

Lontaran batu pada tiga 'tiang setan', ula, wustho dan aqobah Kamis ini merupakan lontaran terakhir bagi jamaah yang mengambil nafar awal.

Sementara bagi jamaah yang memilih nafar akhir, masih akan mabit dan melontar jumroh satu kali lagi atau baru selesai Jumat (19/11/2010). 

Nafar artinya rombongan atau gelombang keberangkatan haji meninggalkan Mina. Jamaah yang memilih Nafar Awal menyelelesaikan semua kewajiban hajinya di Mina sampai hari kedua Tasyrik atau 12 Dzulhijah. Sedangkan Nafar Tsani menyelesaikan ibadah di Mina pada 13 Dzulhijah baru kemudian meninggalkan Mina.
 
Kamis pagi usai subuh atau sekitar pukul 05.10 waktu Arab Saudi, suhu Mina terasa dingin setelah malam harinya diguyur gerimis sekitar 30 menit. Angin yang cukup kencang pun berkali-kali berhembus sehingga sejumlah banyak yang menutup mukanya dengan surban atau pun masker. Jamaah pun banyak yang mengenakan jaket tebal.

Data Kementeria Agama, suhu udara tercatat 23 derajat Celcius dengan kelembaban 61 persen dan tekanan udara 1011,9 MB.

Meski demikian, lontar jumroh berlangsung lancar. Ratusan ribu jamaah tetap melakukan lontar jumroh dengan semangat. Rombongan  jamaah Indonesia dengan bendera khas penanda rombongan tampak banyak memadati jamarat.

Teriakan  'Allahu Akbar' sebelum jamaah melontarkan batu ke arah jamarat beberapa kali terdengar.

Jamaah bersyukur bisa menyelesaikan nafar awal dengan lancar. Rasa khawatir hilang sudah ketika lontaran terakhir selesai dilakukan.

"Alhamdulillah lancar. Kami masuk Mina lancar padahal kami sudah waswas bakal macet," kata Panesin, jamaah asal Bekasi, Jawa Barat.

Panesin juga bersyukur bisa melontar jumroh tanpa berdesak-desakan bahkan sampai sempat berfoto di jamarat.

"Alhamdulillah tadi senggang, jadi kami bisa foto-foto," cerita Panesin.

Jamaah dari Malaysia pun mengakui melontar jumroh di akhir nafar awal lancar dan tidak perlu berdesak-desakan.

"Alhamdulillah selesai. Mari saling mendokan saja semoga menjadi haji mabrur," kata Abdul Razak asal Trengganu, Malaysia.

(iy/nwk)


Berita Terkait