Jual Ternak ke Pemerintah, Pilihan Terbaik dari Terburuk bagi Warga

Jual Ternak ke Pemerintah, Pilihan Terbaik dari Terburuk bagi Warga

- detikNews
Kamis, 18 Nov 2010 12:12 WIB
Yogyakarta - Proses pembelian ternak warga oleh pemerintah sudah bisa dilakukan hari ini. Meski begitu warga yang menjual ternyata tidak sepenuhnya plong, karena menurut mereka harga dari pemerintah seharusnya bisa lebih tinggi.

"Dalam kondisi normal seharusnya sapi induk saya bisa dibeli sampai 12 juta," ujar Kawit warga Argomulyo Pakem yang menjadi salah satu penjual sapi pertama kepada pemerintah, di Lapangan Tlogoadi, Mlati, Sleman, Kamis (18/11/2010).

Kawit menjual dua induk sapi perahnya kepada pemerintah yang dalam hal ini diwakili Dinas Pertanian Sleman, sesuai harga yang sudah ditetapkan yakni Rp 10 juta per ekor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam lubuk hati Kawit, pria berkumis ini sebetulnya merasa kurang puas sapi yang dimilikinya dijual dengan harga Rp 10 juta per ekor. Namun dia mengakui ini opsi terbaik dari yang terburuk baginya, karena kemungkinan dia mendapat harga yang lebih buruk jika menjual di pasar, pada saat ini.

"Ya mau bagaimana lagi. Di pasar juga sedang turun. Kalo kecewa ya kecewa. Namanya juga kepepet," terangnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Susilo. Warga Desa Dukun Cangkringan ini merasa harga yang ditawarkan pemerintah kurang tinggi.

β€œKami mau saja diberi ganti rugi tapi harganya mestinya yang sesuai agar bisa membangun rumah yang porak poranda,"

Pemerintah melalui instruksi langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menganggarkan Rp 100 miliar untuk pembelian ternak masyarakat. Pemerintah mengklaim harga yang mereka tawarkan cukup layak, sesuai dengan standar yang ada di pasaran.

Untuk kategori induk sapi perah dihargai Rp 10 juta, dara yang bunting Rp 9 juta, dara tidak bunting Rp 7 juta, pedhet (anak sapi) Rp 5 juta. Selain itu, sapi pedaging dihargai Rp 20.000 per kg.

(fjr/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads