"Dalam kondisi normal seharusnya sapi induk saya bisa dibeli sampai 12 juta," ujar Kawit warga Argomulyo Pakem yang menjadi salah satu penjual sapi pertama kepada pemerintah, di Lapangan Tlogoadi, Mlati, Sleman, Kamis (18/11/2010).
Kawit menjual dua induk sapi perahnya kepada pemerintah yang dalam hal ini diwakili Dinas Pertanian Sleman, sesuai harga yang sudah ditetapkan yakni Rp 10 juta per ekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya mau bagaimana lagi. Di pasar juga sedang turun. Kalo kecewa ya kecewa. Namanya juga kepepet," terangnya.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Susilo. Warga Desa Dukun Cangkringan ini merasa harga yang ditawarkan pemerintah kurang tinggi.
βKami mau saja diberi ganti rugi tapi harganya mestinya yang sesuai agar bisa membangun rumah yang porak poranda,"
Pemerintah melalui instruksi langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menganggarkan Rp 100 miliar untuk pembelian ternak masyarakat. Pemerintah mengklaim harga yang mereka tawarkan cukup layak, sesuai dengan standar yang ada di pasaran.
Untuk kategori induk sapi perah dihargai Rp 10 juta, dara yang bunting Rp 9 juta, dara tidak bunting Rp 7 juta, pedhet (anak sapi) Rp 5 juta. Selain itu, sapi pedaging dihargai Rp 20.000 per kg.
(fjr/nwk)











































