"Kenapa di Hongkong bisa di Arab Saudi malah terjadi kekerasan, mestinya pemerintah memperjuangkan. Mestinya Pak Muhaimin (Menakertrans) dan Pak Jumhur Hidayat (Kepala BNP2TKI) langsung menemui raja Arab Saudi. Kalau di sana kanb rajanya bilang 'a' rakyatnya ikut 'a'," imbau Ketua MPR Taufiq Kiemas, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/11/2010).
Pemerintah diminta Taufiq memastikan keamanan dan keselamatan kerja para TKI di luar negeri. Pemerintah harus betul-betul selektif memilih majikan untuk TKI di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufiq juga meminta pemerintah membuat tempat tinggal khusus bagi TKI untuk sekedar berkumpul sewaktu-waktu. Dengan demikian TKI merasa aman di luar negeri.
"Ada baiknya dibangun penampungan TKI seperti di Johor," usulnya.
Sebelumnya diberitakan TKI asal NTB, Sumiati mengalami tindakan kekerasan majikannya. Mulut Sumiati sampai dipotong dengan gunting, badannya juga diseterika. Kasus Sumiati ini bukan kasus kekerasan pertama kepada TKI di luar negeri.
Menurut Taufiq, untuk menuntaskan kasus ini diperlukan langkah konkret pemerintah. "Jangan hanya bilang di koran saja, ternyata tidak dilakukan," kritiknya.
(van/nwk)











































