"Bakrie Foundation akan memberkan beasiswa bagi seratus mahasiswa indonesia untuk mengambil program master. Diharapkan sepuluh tahun lagi Indonesia memiliki seribu master," ujar pendiri Bakrie Center Foundation, Anindya Bakrie, di Hotel Shangri La, Singapura, Rabu (17/11/2010).
Menurut Anindya, 90 persen penerima mahasiswa akan dikuliahkan di Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Indonesia. Sedangkan 10 persen lagi akan dikirim ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anindya menambahkan, keluarga Bakrie memberikan beasiswa penuh bagi seratus orang terpilih. Mereka dijanjikan akan dibiayai hingga lulus.
"Untuk yang kuliah di dalam negeri mendapat Rp 45 juta, yang di Stanford dapat US$ 100 ribu, dan di SGD 30 ribu," tambahnya.
Lebih jauh Anindya mengatakan, diharapkan ketika telah selesai kuliah, para master tersebut bekerja untuk membangun Indonesia. "Syaratnya cuma satu, kembali ke Indonesia dan membangun Indonesia. Tidak ada syarat apa pun, silakan bekerja di mana saja tapi harus di Indonesia membangun Indonesia," terang putra Aburizal Bakrie tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Anindya juga menjelaskan mengenai kerja sama antara Grup bakrie dengan pemerintah Singapura. Kerja sama tersebut dalam bentuk membangun lembaga riset bersama yang bertujuan bagi pembangunan Asean.
"Kita akan luncurkan besok, dalam waktu 6 bulan harus ada kajian yang memberikan kontribusi positif untuk kawasan Asia Tenggara," jelasnya.
Mengenai pembiayaan lembaga tersebut, menurut Anindya dilakukan secara bersama-sama. "Kami SGD 3 juta dan Pemerintah Singapura SGD 3 juta," tutupnya.
(ddt/mad)











































