"Pendaftaran untuk donatur tetap kita buka sampai hari tasyrik terakhir. Karena kami memang menyembelih sampai berakhirnya hari tasrik," ujar Sekretaris Panitia Penyembelihan Hewan Kurban Pengungsian Maguwoharjo Sutrisno kepada detikcom di lokasi, Rabu (17/11/2010).
Pengungsian Maguwoharjo sendiri menggelar sholat Idul Adha pada hari ini dan
kemarin (16/11/2010), untuk mengakomodir seluruh keyakinan para pengungsi dan jamaah yang ada. Lalu versi hari tasyrik mana yang dipakai?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari tasyrik merupakan tiga hari setelah Idul Adha di mana pada waktu tersebut masih diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurban. Hari tasyrik terakhir versi pemerintah sendiri akan jatuh pada Sabtu (20/11/2010).
Sutrisno menerangkan bahwa daging hewan kurban tidak semata-mata untuk pengungsi di pos Maguwoharjo saja, melainkan juga dibagi-bagikan kepada pos-pos pengungsian lain yang ada di Sleman.
Sedangkan daging dari posko Maguwoharjo, sebagian dimasak di dapur umum dan
dibagikan kepada pengungsi dalam keadaan matang. Pada hari kemarin, masakan
daging kurban yang berupa gulai baru dapat dibagikan kepada pengungsi pada makan malam, karena sampai pukul 15.00 WIB pemotongan hewan kurban belum selesai.
"Maguwoharjo itu statusnya pusat. Jadi kami juga menyetor ke pos yang lain di Sleman," terang Sutrisno.
Dari data sementara di sekretariat panitian penyembelihan hewan kurban, di
pengungsian Maguwoharjo hari ini menyembelih 24 sapi dan 34 kambing. Namun
jumlah tersebut akan terus bertambah karena pantia tetap membuka pendaftaran
bagi donatur yang akan menyumbang.
(fjr/mad)










































