Sebagian Jamaah Lebih Memilih Mabit di Dekat Jamarat

Laporan dari Arab Saudi

Sebagian Jamaah Lebih Memilih Mabit di Dekat Jamarat

- detikNews
Rabu, 17 Nov 2010 21:47 WIB
Sebagian Jamaah Lebih Memilih Mabit di Dekat Jamarat
Makkah - Ribuan jamaah haji termasuk jamaah dari Indonesia lebih memilih melakukan mabit atau bermalam di dekat Jamarat, tempat melontar jumroh. Mereka melakukan hal itu antara lain karena jarak maktab tempat mereka menginap dengan Jamarat terlalu jauh. Selain itu juga untuk alasan keamanan.

Mabit dan melontar jumroh di Mina merupakan salah satu wajib haji. Proses ibadah ini harus dilakukan jamaah bila tidak ingin terkena dam atau denda. Mabit di Mina dilakukan setelah sebelumnya jamaah mabit di Muzdalifah dan mengambil kerikil batu untuk melempar jumroh.

Di Mina ada dua hal yang dilakukan para jamaah. Pertama, melontar jumroh. Pada hari Nahar (penyembelihan), jamaah hanya melontar jumroh Aqobah. Sementara pada hari Ayyamut Tasyrik (hari tasyrik) melontar jumroh Ula, Wustho, dan Aqobah.

Selain melempar jumroh, jamaah juga mabit yaitu tinggal dan menginap di mina
selama malam Ayyamut Tasyrik. Selama mabit di mina, jamaah dianjurkan banyak
zikir, dan berdoa.

Sejak Selasa (16/11/2010) sore, jamaah telah mulai mabit di Mina. Selain tinggal di tendanya masing-masing, banyak jamaah yang memilih mabit dengan menggelar tikar atau sajadah di jalanan menuju jamarat. Ada juga yang memasang tenda untuk berlindung dari cuaca.

Di jalan-jalan menuju Jamarat Mina, misalnya dari depan Kantor Misi Haji
Indonesia Makkah menuju Mina, ribuan jamaah duduk-duduk ataupun tidur begitu
saja di alam terbuka. Beberapa lainnya juga mengisi Mabit dengan berjalan-jalan atau pun bersendagurau dengan kerabat ataupun sahabat di dekatnya.

Kloter 57 Embarkasi Jakarta-Saudia misalnya memilih mabit di dekat Jamarat.
Jamaah tidak mabit di maktabnya di Mina Jadid karena dinilai terlalu jauh dari Jamarat. Selain itu juga karena alasan keafdholan.

"Mina Jadid itu kan perluasan, jadi sebenarnya sudah keluar dari Mina, padahal kan perintahnya kita mabit di Mina. Untuk keafdholan kami mabit di Mina," kata Ketua Kloter 57 JK Syarif Abu Bakar.

Selain karena alasan keafdholan, mabit dilakukan di dekat jamarat juga untuk
mencegah kelelahan menimpa jamaah yang sudah usia lanjut. Jarak Mina Jadid
dengan Jamarat diperkirakan sekitar 6-7 Km. "Kan tidak semua jamaah masih muda, banyak yang sudah tua juga. Untuk safety kita mabit di maktab sini sana, jaraknya 1 Km dari Jamarat," kata Abu Bakar.

Usai salat subuh, Rabu (17/11/2010) pagi, jamaah yang mabit di dekat Jamarat
langsung melakukan lontar jumroh. Sekitar pukul 06.00 waktu Arab Saudi, jamarat pun sudah ramai dipenuhi jamaah yang melontar jumroh.

(iy/mad)


Berita Terkait