Pantauan detikcom, rumah milik wartawan, Jorsul Satuan ikut dirusak oleh warga. Untungnya, rumah Jorsul tidak jadi dibakar oleh massa.
"Jadi, waktu penyerangan saya lagi meliput Sholat Ied. Lalu dengar info penyerangan.
Setelah sampe di kampung saya, rumah-rumah sudah dibakar habis dan dirusak termasuk rumah saya nyaris di bakar," cerita Jorsul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, aparat masih bersiaga di semua titik di Kampung Yoka. Sementara satu unit mobil Baracuda dan Water Canon juga disiagakan untuk menjaga kemungkinan adanya serangan susulan.
Sampai saat ini, polisi setempat belum melakukan penangkapan bagi para pelaku pembakaran.
Dalam kerusuhan ini, 35 rumah dibakar, 2 mobil dirusak. 3 Orang warga mengalami luka-luka karena sabetan parang, panah dan senapan angin. Aksi penyerangan dipicu dari pembuatan lagu nada dering atau ringtone handphone seluler oleh masyarakat suku yang diserang, yang dinilai menganggu kehormatan dan martabat suku lain.
Masyarakat suku yang disinggung pun tak terima, langsung melakukan penyerangan. Kejadian ini tak sampai menimbulkan korban jiwa, namun korban material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
(gun/gun)











































