Suryadharma bersama rombongan Kementerian Agama, melontar jumroh aqobah di Jamarat (tempat pelontaran jumroh) di Mina, Selasa (16/11/2010) pukul 22.00 waktu Arab Saudi atau Rabu (17/11/2010) waktu Indonesia pagi. Ikut dalam rombongan Kementerian Agama,Β KH Hasyim Muzadi dan sejumlah anggota DPR seperti politisi PPP Dimiyati Natakusumah.
Suryadharma memilih melontar jumroh pada malam hari untuk menghindari kepadatan saat lempar jumroh. Pada waktu utama pelontaran jumroh, yakni siang setelah zuhur, jamaah memang sangat padat dan berdesak-desakan untuk melontar jumroh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk lontar jumroh itu, menteri yang juga Ketua Umum PPP itu, berjalan kaki dari Kantor Misi Haji Indonesia Makkah. Ia melalui terowongan Malik Fahad dan masuk Jamarat melalui lantai tiga. Jarak yang ditempuh Menag sekitar 2 kilometer dan ditempuh sekitar 30 menit dengan berjalan kaki santai.
Meski berjalan kaki lumayan jauh, Suryadharma tampak menikmatinya. Ia bahkan sesekali bercanda. "Kita ambil tempat yang tinggi, karena level setannya juga lebih tinggi," gurau Suryadharma.
Usai melontar jumroh Aqobah, Naib Amirul Hajj KH Hasyim Muzadi berceramah tentang lontar jumroh yang mengikuti jejak Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar melemparkan batu pada setan yang menggodanya agar tidak melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih Ismail.
Setelah melontar jumroh Aqobah, rombongan pun kemudian melanjutkan perjalanan untuk mabit atau bermalam di Mina. Setelah mabit, Menag akan kembali melontar jumroh ula, wustho dan aqobah keesokan harinya. Lontar jumroh akan diulang selama hari tasyrik, 11, 12 dan 13 Dzulhijah.
(iy/gun)











































