"Hewan kurban jangan dibagi-bagi. Lebih baik ditaruh di dapur umum dan dimakan bareng-bareng," ujar Sultan seusai melaksanakan Salat Idul Adha di pengungsian Maguwoharjo, Rabu (17/11/2010) pagi.
Menurut Sultan, situasi yang dialami pengungsi sekarang ini tidak memberi ruang yang banyak bagi mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti memasak. Di samping itu Raja Kraton Yogyakarta ini menilai dengan makan bersama-sama di pengungsian akan memupuk rasa kebersamaan.
"Kalau dikasih dalam kondisi mentah, mereka tidak bisa memasak," paparnya.
Sultan juga meminta kepada para pengungsi untuk terus bersabar dengan tetap bertahan di pengungsian. Menurutnya, jika pengungsi dapat menerima cobaan dengan ikhlas maka, cobaan ini dapat segera dilalui.
"Ini momentum yang sangat bagus. Dalam khutbah Pak Amin (Amin Abdullah) tadi mengatakan bahwa perlu membangun peradaban dalam menghadapi cobaan. Menerima dengan ketulusan, kekuatan dan keiklasan."
Dari data sementara di sekretariat panitia penyembelihan hewan kurban, di pengungsian Maguwoharjo hari ini menyembelih 24 sapi dan 34 kambing. Namun jumlah tersebut akan terus bertambah karena panitia tetap membuka pendaftaran bagi donatur yang akan menyumbang.
Sedangkan daging dari posko Maguwoharjo dari penyembelihan hari Selasa kemarin, sebagian dimasak di dapur umum untuk pengungsi dan selebihnya dibagikan keposko-posko yang lain dalam kondisi mentah. Pengungsian Maguwoharjo sendiri merupakan pengungsian terbesar sekaligus posko pusat untuk Kabupaten Sleman.
(fjr/gah)











































