Sembuhkan Trauma, Pengungsi Merapi Akan Disuguhi Pentas Seni

Sembuhkan Trauma, Pengungsi Merapi Akan Disuguhi Pentas Seni

- detikNews
Rabu, 17 Nov 2010 02:38 WIB
Sembuhkan Trauma, Pengungsi Merapi Akan Disuguhi Pentas Seni
Jakarta - Pengungsi letusan Gunung Merapi terus mendapat hiburan relawan yang peduli bencana. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama seniman lokal Yogyakarta akan menyuguhkan pentas seni untuk pengungsi Merapi, tujuannya untuk membangkitkan semangat hidup para pengungsi yang mulai lelah di pengungsian.

Pagelaran seni yang dilakoni oleh para pengungsi sendiri akan digelar Disaster Response Unit UGM (DERU UGM) bersama Seniman Tanggap Bencana Yogyakarta (SENTANA) di Stadion Maguwoharjo. Rencananya acara akan digelar beberapa hari ke depan.

"Berbeda dengan pentas hiburan lainnya yang dimeriahkan oleh artis Ibukota ataupun orkes dangdut dan keroncong, kali ini konsep pentas seni akan dipersembahkan oleh para pengungsi yang ada di Stadion Maguwoharjo.
Teman-teman dari DERU UGM dan SENTANA hanya memfasilitasi para pengungsi
yang ingin tampil menunjukkan bakat-bakat terbaik mereka," ujar aktivis DERU UGM, Dini Nur Latifah, kepada detikcom, Rabu (17/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dini menuturkan, dengan memberikan kesempatan kepada para pengungsi untuk sekedar bernyanyi, menari, atau melawak, maka pengungsi akan kembali menemukan kehidupannya yang penuh sukaria. Diharapkan para pengungsi dapat kembali bersemangat sambil menunggu pemulihan paska bencana yang dilakukan pemerintah.

"Diharapkan dengan kegiatan ini mampu memberikan semangat dan inspirasi bagi mereka yang tinggal di pengungsian untuk tetap optimis menjalani hidup," papar Dini.

Sebelumnya diberitakan anggota Komisi IX DPR Nova Rianti Yusuf yang baru saja mengawasi pengungsian di Yogyakarta menemukan fakta bahwa ratusan pengungsi Merapi mulai depresi. Pengungsi mengalami depresi karena terlalu lama berada di pengungsian.

Produser dan pemain film 'Sang Pencerah' sudah mencoba menghibur dengan menayangkan film ini secara cuma-cuma. Film tersebut diputar di layar lebar di posko pengungsian Merapi di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

(van/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads