"Yang perlu saya sampaikan pada tengah malam ini, pemerintah memperhatikan kehidupan masyarakat yang terkena dampak tidak langsung dari erupsi Merapi," terang Agung.
Hal tersebut disampaikan Agung dalam konferensi pers seusai mengadakan rapat koordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, dan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa di kantor BNPB Yogyakarta, Jl Kenari 14. Rakor sendiri baru usai pukul 23.05 WIB, Selasa (15/11/2010) WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dampak tersebut berupa matinya kehidupan perekonomian. Ini memang bukan tanggung jawab pokok dari BNPB, tapi sesuai instruksi presiden untuk menangani, langkah seperti ini perlu diambil," terang Agung.
Kenggotaan tim tersebut nantinya terdiri dari pihak-pihak terkait seperti, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Kemenkokesra, dan Pemerintah Daerah.
"Siapa yang memimpin tim berasal dari salah satu unsur tersebut. Nanti tim akan bekerja di bawah BNPB. Diharapkan dalam minggu ini tim sudah terbentuk dan akan langsung action," ujar Agung.
Agung menambahkan bahwa nantinya akan disiapkan program-program untuk pemulihan ekonomi di kawasan Merapi, di antaranya menggalakkan program-program yang sudah ada seperti PNPM Mandiri, Kredit Usaha rakyat dan Kredit untuk Kelompok Tani.
Namun dengan dibentuknya tim ini, Agung meminta masyarakat yang terkena dampak langsung agar jangan khawatir, karena mereka tetap diprioritaskan.
"Untuk yang terkena dampak langsung ya ditangani BNPB. Mengapa yang terkena dampak tidak langsung mulai ditangani karena aktifitas Merapi sudah agak menurun," tandasnya.
(fjr/van)











































