"Yang paling utama itu adalah sosialiasi kepada masyarakat. Kedua pembangunan sistem yang tepat. Pengerukan itu dilakukan ketika hanya diperlukan saja," ujar Kepala BNPB, Syamsul Maarif.
Hal tersebut disampaikan Syamsul seusai meninjau Kali Boyong (hulu Kali Code) di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta,Β Selasa (16/11/2010) petang. Dalam kesempatan ini Syamsul didampingi oleh Wakil Walikota Yogyakarta Hariyadi Suyuti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Media sosialisai dapat berupa pamflet-pamflet," terang Syamsul.
Pria berkacamata ini juga menggarisbawahi pentingnya sistem peringatan dini untuk mengantisipasi banjir akibat kiriman debit air yang besar atau lahar dingin dari puncak Merapi.
"Alat ukur ketinggian air seperti itu juga merupakan bagian dari sistem," papar Syamsul sambil menunjuk ke arah sungai.
Sedangkan untuk pengerukan, Syamsul tidak melihat semua titik perlu untuk dikeruk. Menurutnya hanya pada tempat-tempat tertentu saja yang perlu untuk diperdalam permukaanya, bukan dikeruk secara membabi buta.
"Tapi titik mana yang dikeruk dan mana yang tidak itu persoalan yang sangat teknis ya. Silakan ditanyakan ke PU (Dinas Pekerjaan Umum) soal itu," tuntasnya.
(fjr/van)











































