"Shinkansen ini bersih, cepat, dan on time bahkan sampai menit. Saya kira sangat mengesankan. Ini kedua kali bagi saya naik Shinkansen," kata Boediono dalam jumpa pers di atas kereta Shinkansen Nozomi 34 dari Kobe ke Tokyo, Selasa (16/11/2010).
Boediono mengatakan, Nozomi adalah kereta Shinkansen generasi paling mutakhir. Namun, ia mendengar Jepang sudah membangun generasi Shinkansen yang lebih cepat dari Nozomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, Indonesia perlu memikirkan kereta yang cepat seperti halnya Shinkansen. Kereta cepat sangat diperlukan bagi daerah-daerah yang penduduknya padat seperti di Jawa.
"Ini adalah sesuatu yang perku kita pikirkan ke depan. Suatu public transport yang bisa diandalkan sampai ke menit," kata Boediono yang duduk di gerbong nomor 10 itu.
Sebelumnya, saat berangkat ke Kobe untuk meninjau Disaster Reduction and Human Renovation Institution (DR-HRI), Boediono menaiki Shinkansen Nozomi 17. Kereta peluru itu berangkat dari Tokyo pukul 08.37 dan tiba di Kobe pukul 11.30. Antara Tokyo dan Kobe berjarak sekitar 500 Km. (irw/gun)











































