"Berkaca pada Pemilu 1999 kemarin yang diselenggarakan perwakilan parpol sangat bagus dan demokratis," kata Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/11/2010).
Priyo mengklaim Pemilu 1999 berlangsung cukup demokratis meski diatur oleh anggota parpol. Berbeda dengan pemilu terakhir, di mana cukup banyak pelanggaran yang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, dua orang yang dimaksud Priyo adalah Anas Urbaningrum (kini Ketum Partai Demokrat) dan Andi Nurpati (Ketua Divisi Komunikasi dan Politik DPP Demokrat).
"Mana independensinya kalau itu terjadi?" tanya Priyo.
Selain itu, Golkar juga sedang mempertimbangkan usulan agar anggota KPU dilarang untuk ikut bergabung ke partai politik selama waktu tertentu. Ide tersebut sedang dibahas di internal partai.
"Itu ide yang bagus, rasional. Sedang kita matangkan," kata Priyo.
Seperti diketahui, saat ini sedang dibahas Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu. Dari 9 fraksi, ada tujuh yang mendukung keterwakilan parpol di KPU. Dua lainnya Fraksi Partai Demokrat dan PAN menolak.
(mad/aan)











































