"Loh ini mana pembuatan tanggulnya kok belum ada apa-apa? Saya kira sudah ada pembangunan fisiknya," ujar Prijanto kepada jajaran bawahannya saat meninjau tanggul Kali Pesanggrahan di RT 1 RW 12, Bintaro, Jaksel, Selasa (16/11/2010).
"Proses lelang baru selesai, Pak. Karena sesuai aturan, semua proyek harus dilelang. Tapi sudah ada pemenangnya dan ini sudah mulai digarap," ujar Plh Kasudin Tata Air Jaksel Yayat Hidayat menjawab pertanyaan Prijanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk memperbaiki tanggul, kita juga membebaskan lahan warga seluas 1.000 meter. Nanti kalinya akan diperluas. Tanggulnya akan diperlebar ke arah pemukiman. Pembebasan lahan urusan Pemda, tapi pengerjaan tanggul itu tanggung jawab Kementerian PU," ujar Prijanto kepada wartawan. Prijanto lancar menjelaskan setelah mendapat arahan dari Yayat.
Kali Pesanggrahan jebol pada waktu lalu membuat perumahan warga di Komplek IKPN tergenang air. Kini tanggul tersebut akan diperbaiki dan akan ditinggikan 75 cm dari tanggul semula.
"Nanti kita tambah tinggi 75 cm jadi total tinggi 3 meter. Dengan demikian daya tampung kali menjadi lebih besar. Sebelumnya daya tampung air hanya 50 meter kubik per detik, nanti mungkin bisa sampai 115 meter kubik per detik," terang petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Kementerian PU, Bastari, kepada wartawan.
Pada kesempatan tersebut, Prijanto yang mengenakan batik coklat lengan pendek dan bersepatu boot juga melihat pengerukan Kali Pesanggrahan secara dekat. Prijanto rela berbecek-becekan dan mengamati pengerukan dari atas tanggul yang tidak jebol.
"Ini kan terjadi pendangkalan. Perlu dikeruk dulu karena banyak lumpur dan sampah tetapi pembangunan tanggul terus dilanjutkan," kata Prijanto.
Tanggul di Pesanggrahan panjangnya 50 meter, tinggi sekitar 2 meter dan lebar 30 centimeter. Tanggul yang jebol kemarin sekitar 20 meter dan sudah ditambal warga dengan menggunakan karung-karung berisi pasir.
(nik/nrl)











































