Bangkai Sapi di Yogya & Klaten Disemprot Disinfektan

Bangkai Sapi di Yogya & Klaten Disemprot Disinfektan

- detikNews
Selasa, 16 Nov 2010 11:07 WIB
Yogyakarta - Puluhan bangkai sapi yang terkena wedhus gembel Gunung Merapi disemprot dengan disinfektan. Penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi penyakit.

Pengamatan detikcom, Selasa (16/11/2010), Tim SAR Brimob Polda DIY melakukan penyemprotan di Dusun Srunen, Desa Glagaharjo, Cangkringan dan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten. Dua desa itu terletak bersebelahan, kira-kira sekitar 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Puluhan bangkai ternak sapi, baik sapi perah maupun sapi potong, tersebut berserakan di halaman rumah warga. Sebagian ada juga bangkai sapi yang tertimpa kandang ternak yang roboh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyemprotan dilakukan 3 regu selama 1 jam. Dansat Brimob Polda DIY AKBP Laksana mengatakan, penyemprotan ini dilakukan agar bangkai-bangkai tersebut tidak menimbulkan penyakit karena kondisinya sudah mulai membusuk dan sudah berada di tempat tersebut lebih kurang 16 hari.

Bangkai ternak yang terkena awan panas kondisi kulitnya mengering danย  mengkerut. Sedangkan bangkai yang terkena udara awan panas, kondisi hewan melembung.

"Hewan yang melembung ini justru membahayakan bagi kesehatan karena bangkai-bangkai itu sudah mengeluarkan cairan berbau busuk sehingga perlu disemprot disinfektan," kata Laksana.

Tim SAR lalu berpindah ke dusun-dusun yang berada di bagian bawah karena cuaca mendung dan sempat turun gerimis.

Gunung Merapi tampak berselimut kabut sehingga Tim SAR perlu pindah ke lokasi yang lebih aman.

(aan/nrl)


Berita Terkait