"Saya memang ingin dihapuskan parkir on-street, tapi harus dengan cara
yang cerdas," ujarΒ Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/11/2010).
Sampai saat ini, lanjut Prijanto, hanya ada sepuluh gedung parkir
yang mampu menampung hingga 6.233 unit kendaraan roda empat dan 4.564
unit kendaraan roda dua. Maka dari itu, mengingat jumlah kenderaan yang semakin meningkat, Prijanto merasa itu perlu ditambah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βDengan kapasitas yang ada maka seluruh kendaraan parkir tepi jalan dapat
dipindahkan ke dalam gedung parkir,β tegas Prijanto.
Sekali lagi Prijanto menegaskan, semua niatan baik untuk membenahi Jakarta dari kemacetan itu bergantung pada pengaturan manajemen parkir. Sistem setoran parkir seperti yang banyak terjadi sekarang ini justru penyebab masalh baru.
"Saya menolak (setoran parkir) karena sistem tersebut tidak diatur dan hanya akan menguntungkan juru parkir dan koordinator parkir," tegasnya.
Dia yakin juru parkir akan meraup untuk sebanyak-banyak. Apalagi tidak semua
kondisi lokasi parkir disemua tempat di Jakarta itu akan sama.
βJuru parkir yang tempatnya ramai, bisa menyetor bahkan memberi tips lebih pada koordinator, berbeda dengan yang lokasinya sepi, setorannya bisa kurang, ini kan kasihan,β jelas Prijanto.
(lia/mad)











































