Sebelum bertindak, menurut Julian, pemerintah akan mencari terlebih dahulu informasi secara lengkap. Sehingga langkah yang diambil tepat sesuai dengan sasaran.
"Tentunya akan kita lihat dan didapatkan dulu laporan yang lengkap," imbuh Julian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumiati berasal dari Dompu, Bima, Nusa Tenggara Barat. Dia bekerja di di Madinah sejak Juli 2010. Sepanjang bekerja, Sumiati kerap disiksa.
Bahkan bibir bagian atasnya digunting. Sumiati mengalami luka berat pada sekujur tubuh, wajah dan kedua kakinya sehingga harus dirawat intensif di RS.
Penyiksaan pada Sumiati terkuak pada Senin 7 November. Kala itu Sumiati dibawa ke rumah sakit swasta di Madinah. Karena luka yang dideritnya sangat luar biasa, RS itu merujuknya ke RS King Fahd.
Sumiati tiba di Madinah pada 18 Juli 2010 dengan gaji 800 riyal. Dia sering disiksa oleh ibu dan anak perempuan majikannya.
(anw/mad)











































