Demikian diungkapkan sumber-sumber NLD seperti dilansir Hindustan Times, Senin (15/11/2010).
Pada Minggu, 14 November kemarin, ribuan pendukung Suu Kyi berkumpul di luar markas NLD di Yangon untuk mendengarkan pidato peraih Nobel Perdamaian tersebut. Itu merupakan pidato pertama Suu Kyi di depan publik sejak ditangkap pada Mei 2003 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partai NLD tak lagi diakui sebagai partai politik legal pada Mei lalu setelah menolak mendaftar dalam pemilihan umum 7 November lalu. Pemilu pertama yang berlangsung di Myanmar dalam waktu lebih dari 20 tahun.
NLD memenangi pemilu tahun 1990 secara telak namun tidak diakui oleh junta militer Myanmar. NLD memutuskan untuk memboikot pemilu 7 November sebagai protes atas aturan pemilu yang mengharuskan partai itu mengeluarkan Suu Kyi sebagai anggota jika NLD mencoba memprotes hasil pemilu.
"Pada Kamis nanti kami akan mengajukan kasus untuk menetapkan kembali NLD sebagai partai legal," kata juru bicara NLD Nyan Win said.
Tugas Suu Kyi lainnya adalah menelaah hasil pemilu 7 November lalu, yang menurut para pengkritik sebagai kecurangan junta militer Myanmar. Pemilu itu dimenangi oleh Union Solidarity and Development Party, partai yang pro-junta.
(ita/nrl)










































