Pesawat dengan nomor penerbangan QF17 itu bertolak dari Bandara Sydney pada pukul 11.11 waktu. Pesawat yang mengangkut 199 penumpang dan 21 kru itu bertujuan ke Buenos Aires, Argentina. Namun saat baru sekitar satu jam mengudara, pesawat mengalami masalah sehingga pilot pun memutuskan kembali ke Sydney.
Juru bicara Qantas membenarkan bahwa masalah listrik telah menyebabkan asap tersebut. Salah seorang penumpang, Teague Czislowski, menceritakan drama di udara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Czislowski, pesawat memang mendarat dengan selamat di Sydney. Namun begitu mendarat, unit pemadam kebakaran telah menanti. Saat itulah para penumpang menyadari bahwa sesuatu yang besar telah terjadi. Para penumpang pun bersyukur bahwa pendaratan berlangsung mulus.
Czislowski mencetuskan, insiden terbaru Qantas ini memalukan. Menurutnya, banyak penumpang yang bertanya-tanya apakah kru pemeliharaan pesawat memberikan seluruh perhatian mereka ke masalah pesawat Airbus A380 sehingga insiden ini terjadi.
Dikatakan Czislowski, gara-gara kejadian ini, banyak penumpang yang tak ingin lagi menggunakan penerbangan Qantas.
"Namun apapun itu, ini konyol. Ini benar-benar tak bisa diterima dan banyak orang yang berkata mereka akan berhenti terbang dengan Qantas," cetus Czislowski.
Qantas didera masalah keamanan setelah insiden meledaknya mesin pesawat superjumbo A380 saat melintasi Batam pada 4 November lalu. Akibat insiden itu, Qantas memutuskan untuk menghentikan penerbangan seluruh pesawat A380 miliknya sampai penyelidikan tuntas.
(ita/nrl)











































