"Hingga kini belum ada kontak dengan penculik. Kami masih menunggu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Michael Tene saat dihubungi detikcom, Senin (15/11/2010).
Melalui KBRI di Abuja, Nigeria, pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Nigeria, untuk berupaya terus mencari kejelasan akan nasib kedua WNI tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok bersenjata menyerang sebuah kawasan pengeboran minyak di lepas pantai Nigeria. Para pria bersenjata itu menculik tujuh warga asing yang bekerja di kilang tersebut. Di antara ketujuh orang yang diculik itu termasuk dua warga negara Indonesia (WNI).
Kelompok bersenjata menyerang kilang minyak Afren di Niger Delta pada Minggu, 7 November malam waktu setempat. Ketujuh pekerja kilang yang diculik semuanya warga asing. Selain dua WNI, lima kru asing lainnya yang diculik adalah dua warga AS, dua warga Prancis dan seorang warga Kanada.
Sebuah kelompok militan utama di Nigeria mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke pengeboran minyak Afren tersebut. Kelompok yang menamakan dirinya Movement for the Emancipation of the Niger Delta (MEND) tersebut menyatakan bahwa mereka tengah menyandera para kru yang diculik dari kilang minyak tersebut.
"Semua ekspatriat yang diculik baik-baik saja dan aman dalam tahanan kami," demikian pernyataan kelompok tersebut.
(ndr/nrl)










































