Agung Laksono Salat Idul Adha Bersama Pengungsi Merapi 17 November

Agung Laksono Salat Idul Adha Bersama Pengungsi Merapi 17 November

- detikNews
Senin, 15 Nov 2010 12:55 WIB
Agung Laksono Salat Idul Adha Bersama Pengungsi Merapi 17 November
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono merencanakan untuk salat Idul Adha bersama para pengungsi korban letusan Gunung Merapi pada Rabu 17 November mendatang. Hal ini ia lakukan untuk memenuhi harapan para pengungsi sekaligus untuk mengecek kondisi terakhir serta penanganannya oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (15/11/2010), Agung menyampaikan itu di Manokwari sebelum meninjau kondisi terakhir Wasior akibat banjir bandang 4 Oktober lalu. Agung meninjau bersama Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan Menteri Perumahan Suharso Monoarfa. Keempat menteri itu menerima penjelasan terkait pelaksanaan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para korban dari Wakil Gubernur Papua Barat dan Deputi BNPB.

Menurut Agung, dengan akan melaksanakan salat Idul Adha di Yogyakarta, maka kunjungan kerja kali ini meliputi seluruh daerah korban bencana. Setelah dari Wasior, Yogyakarta, lalu meneruskan ke Kepulauan Mentawai.

Pada kesempatan itu, Agung mengingatkan kembali agar hasil rekonstruksi dan rehabilitasi permukiman para korban Wasior bukan hanya lebih aman, tetapi juga harus lebih baik dari sebelumnya. Pemerintah pusat melalui kementerian terkait akan membantu sesuai kemampuan. Pesan yang disampaikannya sesuai arahan dan harapan Presiden SBY terkait penanganan bencana alam.

Agung juga menyempatkan meninjau huntara di Wasior juga meminta pemerintah provinsi Papua Barat maupun Kabupaten Teluk Wondama segera memastikan tempat relokasi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Saat ini pemerintah pusat sedang menyusun grand design untuk rehabilitasi dan rekonstruksi daerah bencana Wasior.

Untuk itu, pemerintah daerah diminta segera menetapkan lokasi yang pasti agar jangan sampai mengalami musibah untuk kedua kali. Pihak Kementerian PU sudah mengadakan penelitian lokasi-lokasi yang dimungkinkan memenuhi syarat untuk pembangunan kembali Wasior.

Agung menambahkan, khusus untuk mereka yang akan menempati huntara juga sedang dipikirkan pemerintah memberikan jaminan hidup. Paling tidak untuk enam bulan para pengungsi masih akan dibantu selama berada di huntara.

Sedangkan untuk tahap rekonstruksi dan rehabilitasi, Agung akan mengarahkan dana bantuan luar negeri. Sampai saat ini, sudah ada sejumlah komitmen dari pemerintah Amerika Serikat, Australia dan lain-lain yang bersedia membantu para korban bencana alam di Indonesia. Saat ini, jumlah yang tercatat sekitar US$ 7,5 juta.

Berdasarkan data dari BNPB, sampai saat ini jumlah korban tewas bencana alam Wasior tercatat 173 orang tewas dan 118 orang hilang. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 5.158 jiwa. Huntara yang sudah diselesaikan 15 unit dari rencana 93 unit.

(nik/nrl)


Berita Terkait