"Saya tidak mau menyalahkan pemerintah saja, tapi ada faktor masyarakat juga. Ada warga yang sering merusak sinyal, palang pintu dan sekrup baut kereta. Ini juga berkontribusi besar," kata pengamat transportasi Dharmaningtyas dalam percakapan dengan detikcom, Senin (15/11/2010).
Padahal alat-alat sinyal dan alat pendukung lain harganya mahal. Untuk perbaikan dan pengadaan alat-alat tersebut masuk ke anggaran pemerintah yang dianggarkan per tahun. Sehingga tidak bisa jika permintaan alat diajukan hari ini maka besok dengan gampangnya akan dipenuhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kontrol ketat, lanjut Dharmaningtyas, masyarakat juga harus dididik supaya tidak merusak fasilitas publik. Perusakan dilakukan karena ada masyarakat yang tidak peduli dengan fasilitas publik.
"Barang mahal dicuri. Padahal yang dilakukan itu bisa mengganggu masyarakat juga," lanjutnya.
Menurut dia, selama ini anggaran transportasi hanya difokuskan untuk membangun sarana dan prasarana transportasi. Sebagian anggaran juga dialokasikan untuk peningkatan SDM, namun pendidikan publik tidak ada.
"Pendidikan publik yang dilakukan PT KA contohnya mengurangi penumpang di atas atap. Penumpang ada di atap itu karena ruang di kereta yang tidak memungkinkan dan karena merasa lebih sejuk," tutur Dharmaningtyas.
PT KA maupun Kementerian Perhubungan tidak mungkin mengawasi 24 jam nonstop rel kereta. Karena itu butuh upaya preventif berupa penyuluhan secara intens. "Yang kedua, pelaku pencuriannya harus dihukum seberatnya, seumur hidup, karena dia mencelakakan banyak orang," ucap dia.
Tanpa upaya preventif berupa pemberian pendidikan publik dan tindak pidana yang tegas, maka kasus serupa akan terus berulang. "PT KA dan perhubungan ingin memberikan pelayanan yang baik kan, dan masyarakat juga ingin mendapat layanan yang memuaskan, maka harus ada saling mendukung," terang Dharmaningtyas.
Senin pagi ini, pengguna kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Bogor banyak yang kesal. Sebab KRL terlambat akibat gangguan sinyal yang terjadi sejak kemarin siang. Akibat keterlambatan kereta ini, aktivitas para penumpang pun terganggu. Ada yang terlambat bekerja dan ada pula yang terlambat kuliah.
(vit/nrl)










































