"Kita berharap itu benar-benar direalisasikan. Banyak warga yang sudah putus asa menunggu janji yang tidak kunjung datang," ujar Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Koeswanto, saat berbincang dengan detikcom, Senin (15/11/2010).
Menurut Koeswanto saat ini warga di Kabupaten Sleman sudah banyak yang terpaksa menjual murah ternak mereka karena hingga kini belum ada kepastian soal pembelian ternak warga korban Merapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DPRD Sleman menilai, pemerintah pusat kurang serius mendata untuk membeli ternak warga. DPRD tidak dilibatkan dan tidak tahu menahu soal anggaran pembelian ternak tersebut.
"Kita tidak tahu apakah semuanya ditanggung pemerintah pusat, atau pemerintah kabupaten atau provinsi ikut membantu soal pembelian ternak. Kita sama sekali tidak dilibatkan," sesalnya.
Sedangkan Menteri Pertanian mengakui, ternak yang didata baru 10 persen saja. Sementara, Presiden SBY memerintahkan sapi dibeli pemerintah dengan harga layak.
Pemerintah telah menjanjikan dana Rp 100 miliar untuk membeli sapi milik peternak yang menjadi korban letusan Gunung Merapi. Harga sapi pun bervariasi mulai dari anak sapi yang dihargai Rp 5 juta sampai sapi perah Rp 10 juta.
(her/nrl)











































