"Sampai saat ini sudah 21 jamaah dirawat. Yang menjadi masalah adalah back up ambulans," kata Menteri Agama yang juga Amirul Haj Suryadharma Ali usai meninjau klinik Arafah, Senin (15/11/2010).
Suryadharma menjelaskan, pemerintah Indonesia sebenarnya menyiapkan 25 ambulans. Namun dari jumlah itu, 18 ambulans dipakai untuk safariwukuf jamaah yang terganggu kesehatannya, 2 ambulans di Jeddah dan baru sisanya 5 di Arafah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamaah yang memiliki penyakit risiko tinggi (risti) seperti kencing manis atau darah tinggi akan menjadi prioritas pertama dalam pelayanan kesehatan di Arafah.
Selain ambulans, insulin juga menjadi masalah kesehatan untuk jamaah selama wukuf di Arafah. "Ini yang harus kita perbaiki ke depan," kata Suryadharma.
Ambulans dan klinik kesehatan Indonesia sifatnya hanya membantu layanan kesehatan Arab Saudi.
Jamaah Sandal Jepit
Sementara mengenai jamaah nonkuota atau juga populer dengan sebutan jamaah sandal jepit, Suryadharma menyatakan jumlahnya telah melampaui 3 ribu orang.
Karena sebagai WNI, pemerintah akanĀ menyiapkan maktab 17 b untuk jamaah nonkuota yang tidak mendapatkan maktab di Arafah.
Pemerintah juga akan memberikan bantuan konsumsi untuk mereka.
"Pada akhirnya mereka juga WNI yang harus kita bantu," kata Suryadharma.
(iy/aan)











































