Berdasarkan data seismograf Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, dari pukul 00.00 WIB sampai 23.00 WIB, Minggu (14/11/2010), Merapi tercatat dua kali mengeluarkan awan panas pada pukul 10.26 WIB dan 11.41 WIB.
Awan panas tersebut terbawa angin ke selatan dengan jarak luncur empat kilometer. Berdasarkan pantauan CCTV, awan panas ini berwarna coklat kehitaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pun yang membuat warga Yogyakarta dan sekitarnya was-was adalah hujan lebat yang mengguyur lereng Merapi tersebut. Sebabnya hal itu membuat debit air di sejumlah sungai di antaranya Kali Code dan Kali Kuning meningkat secara signifikan.
Di samping itu dari pukul 00.00 sampai 18.00, tercatat gempa vulkanik sebanyak 25 kali dan guguran 18 kali. Tremor beruntun juga terus terjadi.
Suara gemuruh sudah tidak terdengar.Terjadi hujan abu di pos Ketep pada pukul 11.19 WIB. Dari CCTV Deles dan Kaliurang, api diam dapat teramati sepanjang dini hari dan pukul 17.55-18.00 WIB.
(fjr/rdf)











































